SMK berawal dari kebun karet yang dimiliki dari Pak Jurnain, Pak Sukandi (selaku Kadus pada saat itu) Pak Budin adik dari Jurnain dan Pak Sur Saudara Pak Jurnain dari pernyataan dari Pak Hermawan. Drs Rozali Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga, dengan dukungan dari Pak Sukandi selaku Pak Kadus saat itu sedangkan Pak Kades Alani S.E dengan dukungan masyarakat sekitar Sangku dan penyampak maka diletakkan peletakan batu pertama yang saat ini posisi di mushola Kubah Ketupat SMK Negeri 1 Tempilang dalam pelelaksana peletakan batu pertama dihadiri Pak Drs Rozali selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pada saat itu bersama Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tempilang Bapak Alzam S.Pd. Wilayah Tempilang masih bergabung dengan wilayah kelapa sehingga dulunya juga SMP Negeri 1 Tempilang adalah SMP Negeri 2 Kelapa, bedasarkan Perda Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 7 Tahun 2001 Tentang Pembentukan 9 (Sembilan) Kecamatan. 26 April 2001, ttd Bupati Bangka bernama Eko Maulana Ali. Berdasarkan surat ini tempilang menjadi kecamatan tersendiri dengan wilayah desa 9 Desa yaitu : 1. Desa Tempilang; . Desa Penyampak; 3. Desa Sangku; 4. Desa Tanjung Niur; 5. Desa Buyan Kelumbi; 6. Desa Benteng Kota; 7. Desa Air Lintang; 8. Desa Sinar Surya; 9. Desa Simpang Yul.
Awalnya rencana bukan berada di dusun nyikep Desa Penyampak tetapi berada di desa Buyan Kelumbi atau pas didepan pemakaman Dusun Kelumbi sebelah kanan bila dari pangkalpinang ini wialayah luas dengan harga penganti yang cukup besar, tetapi dengan gerak cepat Kebijakan Pak Kades Penyampak waktu itu Pak Alani, SE karena sekolah ini segera mau di bangun demi ingin memajukan desanya, maka diminta pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan di Desa Penyampak bukan Desa Buyan Kelumbi karena SMA Negeri 1 Tempilang berada Desa Sangku berdekatan dengan wilayah kecamatan Tempilang bila dibangun diSangku maka sekolah menengah SMA dan SMK dengan jarak terlalu dekat atau wilayah satu zonasi (Desa) maka lebih baik dibangun di luar Desa Sangku. Wilayah di Desa Tempilang juga ada 2 SMA swasta yaitu SMA Sinar Jaya dan SMA IT Nurul Huda, dengan wilayah Desa Tempilang bersebelahan dengan Desa Sangku. Di wilayah Desa pemyampak waktu itu titik lokasi dengan luas 1,7 Ha dengan harga. Dengan terbangunya ini manfaat desa didapat mengembangkan pembangunan wilayah Desa Penyampak lebih khusus Dusun Nyikep, dapat menumbuhkan pontensi SDM Desa penyampak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan nilai ekonomi warga sekitar sekolah.